Mengajarkan tentang Plagiarisme

Di zaman informasi yang sangat melimpah, copy paste sepertinya semakin sering dilakukan oleh para siswa. Hal ini makin jelas di jenjang pendidikan SMA dan kuliah, khususnya di semester-semester awal. Copy paste dari website seolah menjadi ‘senjata’ utama siswa untuk dapat menyelesaikan tugas ataupun pekerjaan rumah yang diberikan. Bahkan, copy paste juga dilakukan untuk menyelesaikan ujian!

Copy paste atau plagiarisme yang semakin menjadi-jadi ini tentu tidak boleh dibiayarkan, apalagi jika sampai menjadi budaya. Sebagai guru, sudah menjadi tanggung jawab kita untuk terlibat aktif dalam memastikan pekerjaan siswa bukanlah hasil plagiarisme. Ada tiga hal penting yang perlu dilakukan untuk hal ini: memberitahu apa itu plagiarisme, efek buruk plagiarisme, dan cara mendeteksi plagiarisme terhadap pekerjaan siswa sendiri.

Yang pertama adalah mengenai plagiarisme

Secara sederhana, plagiarisme adalah menyalin dengan tingkat kemiripan sangat tinggi, sebuah hasil karya orang lain, tanpa menyebutkan sumber dan tanpa mengubah struktur kalimat yang digunakan. Plagiarisme dapat dilakukan misalnya dengan melakukan copy paste seluruh halaman, paragraf, kalimat, atau tidak membubuhkan tanda kutipan pada kalimat yang dikutip langsung. Dalam hasil seni, plagiarisme adalah melakukan copy terhadap hasil seni baik lukisan, pahatan, tarian, musik, lagi, dan sebagainya.

Yang kedua adalah mengenai efek buruk plagiarisme

Dengan melakukan plagiarisme, sebenarnya siswa sudah melanggar hak orang lain untuk mendapatkan pengakuan atas hasil karyanya. Plagiarisme dalam pendidikan biasanya adalah pelanggaran atas ide yang dimiliki oleh orang, kemudian diakui sebagai hasil karya siswa sendiri. Siswa dapat menyadari buruknya hal ini dengan meminta mereka menempatkan diri di posisi orang yang karyanya diplagiat. Guru dapat meminta siswa untuk berpikir, misalnya mereka menciptakan karya tertentu dengan hasil kerja keras mereka, lalu keesokan harinya mereka melihat karya mereka tersebut digunakan oleh orang lain, tanpa menyebutkan bahwa karya tersebut adalah hasil siswa tersebut. Siswa juga dapat diajak berpikir bagaimana jika hasil karya mereka diakui oleh orang lain dan bahkan orang ini mendapatkan keuntungan komersil dari karya yang dibuat oleh siswa.

Selain efek buruk ke orang yang diplagiat, siswa pun sebenarnya juga mendapatkan berbagai efek buruk lainnya. Apa saja efek buruknya?

  • Pertama adalah dengan melakukan plagiat, maka siswa sebenarnya tidak mendapatkan pelajaran apapun. Dengan mampu mendapatkan jawaban instan tanpa hasil pemikiran sendiri, maka siswa sudah menyia-nyiakan kesempatannya untuk belajar.
  • Kedua adalah dengan melakukan plagiarisme, siswa tidak mengapreasiasi kemampuan berpikirnya sendiri. Artinya, siswa secara tidak langsung mengakui bahwa dirinya sendiri tidak akan mampu menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru.
  • Ketiga adalah saat kuliah, apalagi di kampus dengan peraturan yang tegas, melakukan plagiarisme bisa membuat siswa ini tidak lulus mata kuliah, bahkan bisa dinyatakan tidak lulus dalam tugas akhir seperti skripsi.

Yang ketiga adalah mengenai cara melakukan cek plagiarisme

Terkadang tanpa sengaja, siswa melakukan plagiarisme karena mungkin pernah membaca sebuah artikel, kemudian melakukan copy paste kalimat yang sangat mirip dengan yang pernah ia baca. Hanya saja, siswa ini lupa dengan artikel tersebut. Untuk itu, siswa dapat melakukan cek plagiarisme terhadap karya mereka sendiri. Cara yang dapat dilakukan adalah dengan memasukkan karya mereka ke berbagai software plagiarism checker yang tersedia. Salah satunya adalah diwebsite smallseotools.com/plagiarism-checker/. Siswa tinggal memasukkan kalimat-kalimat mereka untuk dicek oleh program. Selain itu, siswa juga dapat melakukan manual check setiap kalimat yang mereka buat. Tentunya dalam hal ini, guru dapat membantu melakukan manual check.

Tiga hal ini perlu untuk sesegera mungkin diketahui oleh siswa. Plagiarisme dalam dunia pendidikan adalah salah satu tindak kejahatan. Tentunya kita tidak ingin siswa menjadi ‘penjahat akademik’ dikemudian hari bukan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s