Website Sekolah Perlu Berubah!

Website sekolah seringkali dijadikan hanya sebagai pusat informasi oleh pihak sekolah, itupun jika sering diupdate. Beragam informasi yang tersedia biasanya menyangkut kurikulum, guru, lokasi, contact, dan gallery kegiatan sekolah. Tentunya pendekatan dalam memanfaatkan web untuk sekolah ini tidak salah. Namun sebenarnya, potensi website untuk sekolah seharusnya bisa lebih.

Dalam dunia digital, website sekolah yang digunakan sebagai pusat informasi disebut dengan web 1.0. Di web 1.0 ini, fungsi dari website memang hanya menyediakan informasi. Sedangkan saat ini, sudah terdapat web 2.0. Di web 2.0, website berfungsi sebagai platform yang dapat menghadirkan interaksi antara pengunjung website dengan pihak pengelola web. Biasanya, kita dapat menemukan fungsi web 2.0 ini pada situs media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dsb. Dalam web-web ini, pengunjung web dapat berinteraksi dengan memberikan komentar, menciptakan konten (teks, gambar, video), bahkan menyebarluaskan konten.

Sekolah sebenarnya dapat memperkaya fungsi web guna menciptakan engagement yang lebih ke siswa dan orangtua,, sekaligus sebagai media promosi dengan pihak eksternal, seperti calon siswa.  Hal-hal yang dapat dilakukan oleh sekolah dalam web 2.0 ini antara lain:

  • Menggunakan web sekaligus sebagai absensi online
  • Menggunakan web sebagai Learning Management System (LMS)
  • Menggunakan web untuk berbagi artikel mengenai pendidikan dan isu-isu parenting
  • Menggunakan web untuk game online yang edukatif
  • Menggunakan web sebagai media sosial, dimana user dapat membagikan konten seperti foto.

Contoh-contoh di atas akan membuat website menjadi lebih hidup, dinamis, dan akan cukup sering mengundang keinginan siswa, orangtua, bahkan pihak eksternal untuk mengakses website.  Untuk pihak internal, sebagai contohnya, web yang dilengkapi dengan media sosial akan membuat sekolah lebih mudah mengontrol arus informasi, sekaligus sebagai cara mendapatkan data untuk melengkapi database sekolah (misalnya: foto-foto yang diupload siswa digunakan untuk membuat yearbook).

Untuk pihak eksternal, website yang dijadikan sekaligus sebagai LMS akan membuat siswa perlu mengakses website setiap hari, yang sekaligus menaikkan pencarian web Anda di mesin pencari Google. Akibatnya, website menjadi lebih mudah dicari oleh calon siswa dan orangtua murid. Secara tidak langsung, web Anda sudah menjadi salah satu alat promosi sekolah.

Tantangannya adalah mengubah bagaimana sekolah memandang website. Selama ini, pihak manajemen sekolah biasanya hanya menganggap website sebagai beban biaya dan bukan investasi. Web sekolah diciptakan biasanya hanya karena mengikuti arus trend semata. Web pun biasanya didesain seadanya, dilengkapi dengan informasi yang jarang diupdate. Cara pandang seperti ini tentu saja sangat disayangkan. Potensi website untuk menghadirkan engagement dan media promosi pun terlewat.

Berikutnya adalah mencari pihak yang dapat menjadi kontraktor untuk membuat website ini. Jangan hanya mencari orang yang dapat membuat web 1.0, namun juga pihak ini perlu untuk memiliki kompetensi hingga membuat tipe web 2.0 sesuai kebutuhan sekolah. Pastikan pula bahwa web Anda responsive, artinya dapat diakses dengan baik di smartphone dan tablet.

Tantangan lainnya adalah memastikan bahwa sekolah memiliki tim khusus yang menangani mengenai website. Biasanya tim yang akan diminta adalah tim marketing sekolah. Pihak manajemen pun perlu untuk mengubah persepsi marketing yang seringkali menganggap website tidak bisa mendatangkan siswa ke sekolah. Selain itu, marketing sekolah sebenarnya juga perlu untuk menyadari fungsi mereka untuk meningkatkan engagement siswa dan orangtua dengan sekolah.

Website sekolah dapat dianggap sebagai medium komunikasi selain gedung sekolah fisik. Disinilah seharusnya komunikasi bisa terjadi dengan lebih engaging ke pihak-pihak terkait. Pertanyaannya, apakah pihak sekolah sudah siap dan bersedia untuk berkomitmen dalam hal ini untuk kemajuan sekolah?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s