Manajemen dan Peraturan Kelas di Sekolah Dasar

Ruang kelas adalah tempat dan lingkungan belajar yang penting dan harus didukung dengan situasi yang mendukung suasana pembelajaran.  Ruang kelas bisa menjadi lingkungan belajar yang lebih baik bila guru peraturan, manajemen kelas serta keyakinan bahwa setiap anak yang belajar di dalamnya dapat sukses. Aturan dibuat untuk membantu menciptakan suasana yang dapat diprediksi sehingga membatasi terjadinya gangguan di dalam kelas serta mendorong anak-anak untuk dapat mengontrol diri.  Anak-anak perlu diajari tentang tanggung jawab, bagaimana untuk membuat pilihan yang tepat serta mempertanggungjawabkan tindakan yang mereka lakukan.

Guru dapat menetapkan peraturan yang dapat dirumuskan bersama dengan siswanya.   Peserta didik cenderung untuk lebih mengikuti guru mereka ketika turut dilibatkan dalam proses pembuatan peraturan kelas.  Brainstorming adalah salah satu cara guru untuk membentuk peraturan, dapat dilakukan dengan menanyakan tujuan mereka ke sekolah.  Kemudian mintalah mereka untuk memberi nama peraturan yang akan membantu mereka untuk mencapai tujuan mereka dan guru menuliskan gagasan mereka di papan tulis.  Jika seorang anak menyatakan sebuah peraturan secara negatif, seperti “Jangan berbicara ketika guru menjelaskan,” tanyakan bagaimana hal itu dapat dinyatakan dengan cara yang positif.  Berikut adalah beberapa contohnya:

  •         Mendengarkan guru ketika memberi penjelasan
  •         Bersikap sopan kepada semua orang
  •         Selalu mencoba melakukan yang terbaik
  •         Angkat tangan sebelum berbicara
  •         Datang ke sekolah tepat waktu
  •         Ucapkan “magic word” seperti terima kasih, maaf dan permisi
  •         Menghormati teman dan guru

Kemudian guru dapat membantu mengkonsolidasikan daftar yang dibuat oleh siswa menjadi tiga sampai lima aturan dasar seperti:

  •         Bersikap hormat
  •         Bersikap hati-hati
  •         Berpartisipasi aktif

Setelah peraturan ditetapkan, guru dapat mengajak semua siswa untuk menandatanganinya dan dipajang .  Guru dapat meninjau kembali dan menentukan peraturan sesuai dengan kebutuhan dan situasi kelas.  Siswa lebih cenderung mengikuti peraturan yang dinyatakan dan dapat dipahami dengan jelas dan jika prosedur pengelolaan kelas diterapkan dan diikuti.  Contoh rutinitas atau prosedur yang perlu dijelaskan,  dan sering dipraktekan dan dilakukan dengan konsisten yakni:

  •         Apa yang harus dilakukan saat memasuki kelas
  •         Cara apa yang digunakan untuk menarik perhatian siswa
  •         Apa yang harus dilakukan bila signal diberikan
  •         Apa yang harus dilakukan ketika saatnya waktu kelompok
  •         Apa yang harus dilakukan jika siswa ingin berbicara
  •         Apa yang harus dilakukan jika siswa perlu menggunakan kamar kecil
  •         Bagaimana cara berbaris
  •         Bagaiaman berjalan di koridor atau aula
  •         Apa yang harus dilakukan di kantin sekolah
  •         Apa yang harus dilakukan jika ada pengunjung di dalam kelas

Selain itu, guru dapat membuat jadwal harian yang dapat membantu siswa untuk mengetahui apa yang diharapkan guru untuk siswa bersikap.  Berikut contoh rencana pengelolaan guru bagi siswa:

  •         Pelanggaran pertama: menulis nama siswa di papan tulis
  •         Kedua: siswa menuliskan peraturan yang dilanggar
  •         Ketiga: siswa kehilangan sebagian waktu istirahat (mis: 10 menit)
  •         Keempat: memanggil orang tua atau mengirim catatan untuk ditandatangani orang tua dan dikembalikan
  •         Kelima: siswa dikirim ke kepala sekolah

Siswa dapat diberikan pilihan misalnya ketika siswa tidak mengerjakan atau tidak menyelesaikan tugasnya, guru dapat menawarkan “Apakah kamu ingin menyelesaikannya selama waktu istiraha?”, atau ketika ada siswa yang mengganggu kelas, guru dapat mengatakan “ Maukan kamu duduk di “kursi berpikir” ?  Siswa cenderung merasa dihormati dan memenuhi konsekuensi yang diberikan jika diberi pilihan.  Berikan waktu singkat bagi siswa untuk memilih dan jika siswa tidak mau memilih,  guru dapat langsung memberikan konsekuensi langsung yang berhubungan dengan pelanggaran yang dilakukan.

Setelah memutuskan aturan yang prosedur manajemen kelas yang akan digunakan, diskusikan konsekuensi untuk peraturan yang dilanggar.  Perlu diingat untuk membiarkan diri anda fleksibel.  Konsekuensi bagi perilaku yang tidak tepat perlu dilakukan karena membantu anak belajar dari kesalahannya.

Konsekuensi positif untuk perilaku yang tepat atau usaha keras yang dilakukan oleh siswa juga perlu digunakan.  Contohnya dengan pujian, sertifikat, jabatan tangan, memberikan jempol, senyum dan mendapatkan hak istimewa seperti mendapatkan waktu bermain lebih atau menjadi asisten guru.  Ucapan terima kasih lainnya dapat berupa catatan positif yang dikirim ke orang tua.  Bila seluruh kelas telah melakukannya dengan sangat baik dalam proyek atau ujian, guru dapat memberikan aktivitas yang menyenangkan seperti bermain permainan atau menikmati musik bersama di kelas.

Guru perlu mengantisipasi dan menangani masalah perilaku sebelum masalah meningkat.  Ketika guru  menerapkan rencana pengelolaan kelas dan peraturan serta membangun hubungan positif dengan siswa mereka, anak-anak akan cenderung mengembangkan disiplin diri dan pembelajaran.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s