Yang Paling Dicari Siswa: Koneksi

Siswa saat ini adalah generasi yang paling terkoneksi. Dalam hitungan detik, mereka dapat mengonsumsi berbagai informasi, menciptakan konten (teks, foto, bahkan video), menyebarluaskan gosip, opini, dan sebagainya. Koneksi yang dikonsumsi, disebarkan dan dibuat oleh para siswa sekarang tidak lagi dapat dibendung. Inilah cara generasi ini hidup.

Namun menurut Michael Ungar dalam bukunya: ‘Turning the Me Generation Into the We Generation’, koneksi yang dimiliki generasi ini adalah bentuk koneksi yang supercial. Artinya, koneksi yang tidak nyata dan tidak bisa dirasakan. Siswa saat ini masih mencari koneksi yang hakiki, yang bermakna untuk hidup mereka. Mereka mencari koneksi ini dari orangtua masing-masing, guru, dan orang-orang sekitar mereka.

Saat ini, siswa dengan ribuan informasi dalam genggaman tangan mereka masih terus mencari identitas mereka. Seorang remaja dengan akses informasi dapat memiliki sikap seperti penyanyi favoritnya saat ini, kemudian besok berganti menjadi artis YouTube favoritnya, dan berganti lagi mengikuti role modelnya saat kurun waktu tersebut. Namun sekali lagi, berbagai perubahan ini sifatnya superficial, tidak akan memberi makna mendalam untuk hidup individu ini.

Sebagai guru, kita punya peran penting untuk menghadirkan kembali koneksi yang nyata dalam hidup siswa. Me Generation ini membutuhkan role model yang dapat diajak berdiskusi, berdebat, bahkan sekedar bercanda. Me Generation membutuhkan seorang individu yang mau terlibat, meskipun tidak perlu terlalu mendalam, dengan hidup mereka. Menurut Ungar, Me Generation membutuhkan seseorang yang memiliki compassion/kepedulian.

Kepedulian apa saja yang dibutuhkan? Dari hemat saya, kepedulian mengenai setidaknya tiga hal:

Peduli bahwa mereka ‘ada’

Sekedar mengetahui nama mereka, memanggil mereka di kelas tidak dengan sebutan: “nak”, “kamu”, “Anda”, namun memanggil dengan nama akan membuat siswa merasa lebih dipedulikan. Lebih lanjut, menuliskan kata-kata untuk menyemangati mereka dilaporan atau tugas yang diberikan. Bisa juga dengan memanggil siswa setelah kelas dan sekedar mengobrol 5-10 menit, menanyakan bagaimana hari siswa ini, tugas yang sedang dikerjakan, dsb.

Peduli bahwa mereka ‘berguna’

Siswa perlu tahu bahwa meskipun mereka belum bekerja, mereka dapat berguna untuk orang lain. Ikutkan siswa dalam kegiatan-kegiatan sekolah sebagai panitia, baik kegiatan besar maupun kecil. Selain itu, ikutkan juga dalam lomba. Jangan hanya terus menerus melibatkan siswa yang memang paling mungkin menang dalam perlombaan, namun sekali-kali, kesempatan perlu diberikan kepada mereka yang sering merasa rendah diri. Guru juga dapat bekerjasama dengan komunitas sekitar untuk proyek-proyek kecil bersama siswa. Bangkitkan semangat bahwa semua orang punya kesempatan untuk bertumbuh dan berguna bagi orang lain, termasuk untuk sekolah dan lingkungan sekitar.

Peduli bahwa mereka ‘bermakna’

Era media sosial seringkali dengan mudah dapat menjatuhkan reputasi dan harga diri seseorang. Apalagi di masa remaja yang rentan dengan krisis identitas, maka jangan heran banyak siswa yang merasa dirinya tidak berharga setelah temannya mempermalukannya di media sosial. Guru perlu untuk menunjukkan kepedulian terhadap mereka, dan ketidakpedulian terhadap kata-kata yang sering menyakitkan di duna online. Peka terhadap situasi seperti ini adalah salah satu sikap yang perlu dimiliki guru modern.


Meskipun tentu seorang guru tidak bisa menjadi role model untuk semua siswa, namun setidaknya kita bisa melakukan hal ini untuk siswa-siswa tertentu. Kita punya peran sebagai orangtua mereka di sekolah. Pertanyaan dan tantangannya, maukah kita peduli?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s