Guru Zaman Now

Guru itu digugu lan ditiru, pribahasa atau pepatah tersebut sungguh memiliki makna yang sangat dalam, digugu artinya didengarkan, ditiru artinya Diikuti. Guru harus didengarkan dan diikuti, baik ucapan, tingkah laku dan berbagai aktivitas kesehariannya dilingkungan sekolah dan masyarakat luas.

Menjadi guru tentu tidak mudah. Mengapa tidak mudah? Padahal kan dikelas guru bertemu anak-anak, belajar sambil bermain-main, games dan kegiatan yang menyenangkan lainya. Iya benar, memang dalam keseharianya guru memiliki banyak kebahagiaan, namun guru tidak terlepas dari segudang permasalahan mulai dari melengkapi perangkat pembelajaran karena ditagih kepala sekolah, mengondisikan siswa dikelas dimana siswanya super aktif, sampai persoalan berhadapan dengan orangtua siswa yang komplen karena pelayanan guru kurang maksimal atau karena hasil belajar anaknya yang tidak memuaskan. Guru harus siap menghadapi itu semua.

Ilustrasi : Proses pembelajaran Kurikulum 2013 di SDN Pesawahan Teluk Betung Bandar Lampung

Guru dituntut dapat menjadi teladan bagi siswa. Siswa bagaikan cermin bagi guru disekolah, siswa adalah peniru paling pandai. Setiap perkataan, nasihat atau pesan yang disampaikan guru lebih mudah diingat oleh siswa.

Guru mampu berperan mendidik siswa dengan benar, mengajarkan akhlak baik, sopan dan santun serta sikap keramahan dalam keseharian sesuai dengan tuntunan pada sikap sosial. Dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan berbagai daerah guru berlomba-lomba berinovasi, membuat penelitian, membuat terobosan yang penerpanya mampu melahirkan generasi yang berdaya bersaing dilingkungan sekolah, masyarakat, bahkan tingkat nasional atau internasional. Meskipun semua itu tidak gampang dicapai, butuh pengorbanan waktu dan pemikiran. Disitulah pentingnya memahami peran guru, sehingga menjadi guru peradaban.

Guru yang mampu mengubah peradaban dan mampu menciptakan inovasi, kreativitas dalam menanamkan ilmu pengetahuan dan pendidikan karakter pada siswa sangat dibutuhkan saat ini.

Jika kita menjadi guru, jangan setangah-setangah, tetapi siapkan diri menjadi guru yang berkompeten, memiliki niat yang kuat, mampu menghadirkan hati dalam mendidik, sabar dalam mengajar dan ikhlas tanpa pamrih. Menjadi guru memperkaya amal, karena setiap karyanya mencetak karakter siswa, setiap yang diajarkan adalah ibadah yang tidak sebanding bila dibandingkan dengan nilai uang berapapun.

Guru zaman now, adalah guru yang memiliki sikap spiritual dan sikap sosial yang baik, mampu mengubah diri dan siap menguasai tekhnologi dan ilmu pengetahuan yang semakin hari semakin berkembang. Dunia pendidikan semakin maju, semua serba digital, on-line dan cepat. Selamat menjadi guru zaman now, selalu berusaha berkarya membangun dan mencerdaskan anak bangsa.

ditulis oleh : Rohman Sularno,S.Pd (Pengajar di SDN Sukaraja Kec, Cukuh Balak, Tanggamus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *